Kehidupan manusia di masa sekarang dan masa datang tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Salah satu bentuk teknologi yang sangat cepat perkembangannya adalah teknologi informasi atau yang lebih dikenal orang dengan IT. Pengenalan IT sejak dini kepada anak akan memberikan bekal kepada anak untuk menghadapi era global.
Pendidikan IT usia dini tentunya harus disesuaikan dengan teori tumbuh kembang di usia 0-8 tahun ini. Anak usia 0-8 tahun bila dikategorikan pola pendidikannya dapat dibagi lagi menjadi 4 yaitu usia pembinaan orang tua (0-2 tahun), usia pra sekolah (2-4 tahun), usia sekolah formal (4-6 tahun), dan usia persiapan pendidikan dasar (6-8 tahun). Setiap kategori usia dini memiliki bentuk pendidikan IT yang berbeda.
Inti dari pendidikan IT ini ada dua hal yaitu mengenalkan IT sejak dini dan membantu proses belajar anak dengan cara yang lebih menyenangkan. Dengan pengertian lain bahwa IT dalam hal ini komputer dikenalkan sebagai obyek yang dipelajaridan sekaligus juga komputer dipakai sebagai media pembelajaran ilmu-ilmu lainnya.
Bentuk-bentuk pengenalan IT ini berupa pengenalan perangkat keras komputer yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak misalnya CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer. Pengenalan perangkat keras ini dilengkapi dengan penjelasan masing-masing fungsi alat dengan cara langsung mempraktekkan penggunaannya. Kemahiran menggunakan keyboard dan mouse lebih mudah diajarkan pada anak-anak dibandingkan dengan orang yang sudah berumur.
Batasan pengenalan perangkat keras ini adalah anak tidak berhubungan langsung dengan listrik. Jadi, anak tidak diperbolehkan untuk menancapkan sendiri steker ke stop kontak atau memegang perangkat yang sekiranya teraliri listrik secara langsung. Hal ini untuk menjaga agar anak tidak terkena sengatan listrik dan menjaga agar tidak terjadi hubungan pendek arus listrik.
Bentuk dan tata letak perangkat keras komputer disesuaikan dengan ukuran tubuh anak atau biasa diistilahkan dengan ergonomis. Alat kerja yang tidak ergonomis tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang. Mouse misalnya, diusahakan agar ukurannya disesuaikan dengan genggaman anak dan letaknya mudah dijangkau. Letak monitor juga diusahakan tidak membuat anak mendongak atau terlalu dekat waktu melihatnya.
Komputer juga bisa digunakan untuk membantu penyampaian materi pembelajaran agar lebih menyenangkan. Adanya tampilan gambar warna-warni yang dapat bergerak serta suara nyanyian yang riang gembira dapat merangsang anak untuk lebih betah bermain sambil belajar. Banyak sekali software edutainment yang bisa dipakai untuk pembelajaran ini. Software edutainment ini mampu menumbuhkembangkan kreativitas, imajinasi, serta melatih saraf motorik anak. Contohnya adalah permainan mengenal warna, mengenal gambar dan mengenal bunyi. Untuk anak usia pra sekolah (2-4 tahun) sangat cocok menggunakan software edutainment seperti ini.
Software-software edutainment lain yang mengasah intelektualitas dan psikomotorik anak dikenalkan pada usia di atas pra sekolah (4-8 tahun). Penyusunan puzzle, game strategi, latih memori, penyusunan tangram, mencari benda tersembunyi dan mencari perbedaan adalah contoh software yang cocok digunakan di usia ini. Disamping itu ada juga software pengenalan huruf dan angka dalam dua atau tiga bahasa dan permainan logika yang sangat membantu perkembangan otak anak. Teknologi khususnya IT diharapkan dapat menjembatani keseimbangan otak kiri dan kanan anak-anak.
Tetapi, perlu diingat bahwa teknologi juga memiliki dampak negatif bagi anak. Teknologi sebenarnya bersifat netral. Dampak positif atau negatif yang bisa muncul dari teknologi lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Komputer sebagai salah satu bentuk dari teknologi yang digunakan secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif.
Oleh: sditnurulhidayah | September 30, 2009
PENGENALAN IT (TEKNOLOGI INFORMASI) SEJAK DINI
Ditulis dalam Uncategorized